Monday, July 13, 2009

Three Days Only

1st,
Yesterday,
You Will Never change anything happened
so just Let Yesterday gone by, just release him...

2nd,
Tommorrow,
You'll Never Know what will happened Tommorrow
tommorrow not come yet, so let it be...

3rd,
Today,
You can do much more things if you can forget by forgiving yesterday
and get your fearness away for tommorrow
so, Love someone with all your heart today, 'cos maybe the story will be change for tommorrow
and Do the best in your life from NOW ...

Read More...

Thursday, July 9, 2009

RENCANA TUHAN PASTI INDAH

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah;
"Allah, apa yang Engkau lakukan? "

Ia menjawab:
" Aku sedang menyulam kehidupanmu."
Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."


From: Dida Nurhaida(sumber: Motivasi Net)

Read More...

Monday, June 29, 2009

Kembalikan Tangan Ita, Abah

Semoga Cerita yang akan dipaparkan dibawah ini bisa dijadikan sebagai bahan renungan untuk kita semua sebagai orang tua atau calon orang tua bagi anak-anak kita nanti. Cerita ini diambil dari klipping.wordpress.com per 1 Mei 2009 dan merupakan True Story yang terjadi di salah satu negara tetangga kita.

Kembalikan tangan Ita, Abah…

Sepasang suami isteri –seperti pasangan lain di kota-kota besar– meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah saat bekerja. Anak tunggal keluarga ini, perempuan, berusia tiga setengah tahun, bersendirian di rumah. Acap dia bermain, asyik dengan dunianya sendiri, diabaikan pembantu yang juga sibuk membersihkan rumah.

Bermainlah dia, berayun-ayun di atas buaian yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga, mengejar capung, di halaman luas rumahnya, dengan pagar yang selalu terkunci. Suatu hari, dia melihat sebatang paku berkarat. Tertarik, dia pun mencoret lantai garasi. Tapi, karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Tak putus asa, coretan dia pindahkan ke mobil ayahnya, yang baru datang sebulan lalu, mobil mewah berwarna hitam.

Coretannya pun tampak jelas. Dia gembira, dengan tanpa lelah, dia tarik garis-garis putih sepanjang mobil itu, dan dia bayangkan, “papa akan senang, mama akan senang…” Ia tahu, menjelang sore, ayahnya akan datang, dengan ibu, sehabis menghadiri undangan.

Setelah penuh coretan sisi sebelah kanan, dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dia gambar wajah ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imajinasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejut orang tua si anak ini, melihat mobil yang baru dibeli dengan krediti itu, sudah penuh cacat. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?!”

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Wajahnya merah padam ketakutan saat melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi, dia mendengar pertanyaan itu, lebih keras, dan dengan gugup, dia menunduk, “Tidak tahu, Pak…”

“Tak tahu?! Kamu di rumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata, “Ita yang membuat itu abahhh… cantik kan!” katanya sambil memeluk abahnya, ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa itu, melolong, kesakitan dan ketakutan.

Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula punggung tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman itu. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan punggung tangan si anak, luka kecil dalam, berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil membersihkan luka itu, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu di kamarnya.
Si ayah, juga si ibu, seakan tak begitu perduli.

Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya. Pulang dari kerja, dia tidak bertanya lagi tentang anaknya, yang biasa selalu menyambutnya dengan pelukan. Ia biarkan anaknya di kamar pembantu. Si bapak mungkin ingin mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, tak pernah sekali pun dia menjenguk si anak. Si ibu pun sama, hanya sesekali bertanya kepada pembantu.

“Ita demam, Bu… ” jawap pembantunya ringkas.
“Kasih minum panadol,” jawab si ibu.

Sebelum masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dia lihat Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. “Biar Ita tahu dia telah melakukan kesalahan,” bisiknya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 tepat,” kata majikannya itu, santai. Sore itu, Ita pun di bawa ke dokter. Tapi, dokter klinik langsung merujuk ke rumah sakit karena keadaan yang kian serius.

Setelah seminggu di rawat inap, dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan lagi,” katanya, dengan suara yang putus asa. Dokter mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah. “Lukanya sudah bernanah, parah. Demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah,” jelas dokter.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar. Tapi apa yang dapat mereka katakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak seperti orang gila, menangis tersedan-sedan saat menandatangani surat persetujuan amputasi.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius, Ita menangis kesakitan. Dia heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.

Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Abah…, Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau Ayah pukul. Ita tak mau jahat. Ita sayang Abah… sayang Mama,” katanya berulang kali, membuat si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Ita juga sayang Kak Narti…” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.

“Tapi Abah… tolong kembalikan tangan Ita. Untuk apa Abah ambil juga… Bukankah tangan Ita sudah Abah pukul, kenapa diambil.. Ita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tidak akan mencoret mobil lagi, Abah. Ita janji…” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung dia, merangkul Ita. Sementara si Abah, hanya diam, memandangi tangan anaknya, dengan air mata yang jatuh tak putus-putusnya.

Read More...

Friday, June 26, 2009

Segi Tiga Cinta

Seraya menegaskan kepada teman-teman yang mungkin cemas kepada sholawat bahwa pertama, shalawat itu tidak mentuhankan Muhammad, kedua, Shalawat juga tidak menganggap Muhammad sebagai anak tuhan. Kita mempelajari bahwa sesungguhnya yang terjadi adalah adanya segi tiga cinta. Di titik atas ada Allah, di titik kanan ada Muhammad Saw dan di titik kiri ada kaum muslimin.
Masing-masing titik itu disambungkan oleh garis sedimikian rupa sehingga terbentuk segi tiga. Dan segi tiga itu akan bermuatan cinta, sehingga bisa disebut segi tiga cinta, kalau dalam garis-garis tersebut mengalir arus cinta antara penghuni titik-titiknya.

Sekarang kita lihat. Pada garis pertama, antara Allah dengan Rasulullah. Allah sangat mencintai Muhammad Saw dan sebaliknya Muhammad pun sangat mencintai Allah sehingga beres aliran cintanya. Kemudian pada garis kedua antara Allah dengan kaum muslimin, Allah sangat mencintai kita tetapi kita kadang ogah-ogahan kepada Allah. Sehingga Allah sering mengeluh, ” Lho engkau ini bagaimana wahai jin dan manusia, Aku yang menciptakan engkau, tapi engkau menyembah yang selain aku. Aku yang memberimu rizki tapi kamu berterima kasih kepada yang selain aku.” Jadi pada garis ini kurang beres aliran cintanya, alias kurang timbal balik.

Lantas garis yang ketiga, antara Muhammad dengan kita. Muhammad sangat mencintai kita. Muhammad melakukan tirakat untuk kita dan agar do’anya tentang kita dikabulkan oleh Allah Muhammad menempuh puasa sedemikian rupa supaya allah pekewuh kepada Muhammad terutama yang menyangkut nasib kita. Mengapa demikian? Kekasih muhammad itu selain Allah pada pihak pertama, adalah sahabat. Yakni mereka yang hidup sezaman dan pernah bertemu dengan Rasulullah semasa hidupnya. Sedangkan yang tidak bernasib seperti sahabat alias yang hidup sesudah Rasulullah wafat itu bernama ummat Islam.
Para sahabatnya sudah jelas nasibnya. Mereka hidup bersama-sama dengan Rasulullah berjuang dan loro lopo, Rasulullah sangat mencintai mereka dan selalu mendoakan mereka. Lantas bagaimana dengan yang ummat Islam ini yang hidup setelah ditinggal wafat Rasulullah. Siapa yang mendoakan mereka? Nah Rasulullah itu tidak tega untuk meninggal dunia tanpa meninggalkan atau mewariskan mekanisme kabulnya doa atas nasib kita semua.

Jadi bagaimana Allah akan mengabulkan doa kita kalau kita tidak melangsungkan lalu lintas segi tiga cinta itu. Dengan begitu mencintai Muhammad yang misalnya kita ungkapakan lewat sholawat adalah penyikapan yang logis, adil dan sewajarnya saja terhadap kasunyatan perhubungan cinta antara Allah, Muhammad dan kita. Demikianlah doa kita akan sampai arusnya kepada Allah kalau melewati Muhammad. Sebab bagaimana mungkin Allah mengabulkan do’a kita kalau kepada kekasih-Nya kita bersikap acuh tak acuh dan cuek. Allah ini sangat pencemburu dan romantis. Allah menghendaki keindahan pergaulan antara diri-Nya, Kekasih-Nya dan kita.

Sholawat Membukakan Ilmu

Sekarang kita memasuki sisi lain dari shalawat. Selain sebagai jalan untuk mengintensifkan cinta kita kepada Rasulullah, shalawat juga memberi peluang terbukanya pintu-pintu ilmu. Lihatlah misalnya sholawat Nurul Musthofa.

Musthofa itu artinya terpilih. Nurul Musthofa itu berarti cahaya yang terpilih. Dan inilah mahluk Allah yang pertama. Mahluk Allah yang pertama ini adalah seberkas cahaya yang dinamai Nur Muhammad. Allah sangat mencintai mahluk pertama ini sedemikian rupa sehingga Allah mempunyai alasan untuk menciptakan alam semesta beserta isinya ini termasuk kita semua. Allah mengatakan dalam hadits qudsinya, lau laka ya muhammad ma kholaqtu al aflaka (jika tidak karena engkau Muhammad _maksudnya cahaya tadi- maka aku tidak akan ciptakan apapun yang lain. Kelak Cahaya ini akan diwujudkan oleh Allah secara biologis, sosiologis dan historis menjadi Muhammad Saw. Artinya diwujudkan sosoknya, sepak terjangnya dan sejarah hidupnya. Jadi ada beda antara muhammad jasmaniah dan muhammad ruhaniah. Dari shalawat Nurul Mushtofa, selain kita memperoleh keindahan dan kenikmatan bercinta dengan Muhammad, juga kita peroleh ilmu pengetahuan. Ilmu tentang apa? Ialah ilmu tentang sejarah
penciptaan alam semesta. Yang barangkali ilmu pengetahuan moderen sekarang ini belum mencapai dan mengatakannya. Bahwa mahluk pertama yang dicipta oleh Allah bukan siapa-siapa melainkan Nur-muhammad tadi.

Read More...

Thursday, June 25, 2009

Kandungan Gizi Pada ASI

Pemberian ASI pada bayi tentulah sangat besar manfaatnya. Banyak sekali manfaat dari ASI yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya adalah aspek gizi. Kalau dilihat dari aspek gizi, ada empat manfaat Kolostrum pada ASI yang penting diketahui para ibu dan sangat berguna bagi bayi.

Pertama, Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. Kedua, jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
Ketiga, Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran bayi. Keempat, membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Selain itu, para ibu juga harus mengetahui tiga hal pada komposisi ASI. Pertama, ASI itu mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut. Kedua, ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
Ketiga, selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi, ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.
Tak hanya itu, para ibu juga penting mengetahui komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI. Pertama, Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.

Kedua, Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk atau disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 atau asam linoleat. 

Makanan yang Pengaruhi ASI

Aroma dan bumbu yang anda makan akan ditransfer ke dalam ASI. Bayi biasanya menikmati aroma ini dan mungkin akan menyusu lebih lama. Beberapa bayi akan mengisap lebih lama ketika aroma baru dikenalkan. Hal ini membantu mengenalkan aroma makanan keluarga pada bayi.
Warna beberapa makanan dikirim ke ASI. Sebagai contoh, asupan tinggi wortek akan membuat ASI menjadi berwarna agak oranye, ubi jalar merak mungkin membuat ASI berwarna merah muda dan bayam atau sayuran berdaun gelap yang lain memberi warna ASI menjadi hijau.
Jika bayi anda menjadi rewel setelah menyusui sebaiknya ingat kembali apa yang sudah anda makan 4 hingga 6 jam sebelumnya. Bila masih rewel juga dalam waktu yang lama maka anda patut curiga dengan makanan yang anda makan mungkin memberikan gas sehingga bayi menjadi sensitif terhadap makanan tersebut.
Umumnya kol, kacang-kacangan, brokoli yang dapat menghasilkan gas. Anda dapat mengeliminasi makanan tersebut dengan memakannya seminggu sekali atau dua minggu sekali. Kalau gejalanya muncul kembali setelah makan makanan tersebut maka cukup memakannya 2 bulan - 3 bulan sekali.
Bagi anda yang menderita alergi maka harus menghindari kacang-kacangan atau makanan beresiko tinggi menyebabkan alergi seperti susu sapi, gandum, telur, ikan, kacang selama kehamilan dan menyusui. Sayuran seperti buncis, jagung, kacang, bayam duri, kacang panjang, dan daun katuk memberi manfaat untuk membantu memperbanyak ASI.
Perbanyak makan sayuran seperti daun katuk dicampur jagung yang diiris dan dimasak bening. Akar jombang (Taraxacum officinale Weber et Winggers) juga bisa memperbanyak ASI. Caranya: cuci 30 gram akar jombangs egar, lalu potong-potong kecil. Rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin saring dan minum sehari 2 kali, masing-masing setengah bagian. Selamat mencoba.

Penurun panas, batuk, dan pilek

Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.
Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.


Read More...

IKHLAS KAH KITA ?


Ikhlas kah aku?, Ya, kata itu yang selalu muncul dalam diriku ketika setiap ujian (Teguran, ujian ataukah hukuman) dari Tuhan menghampiri kehidupanku. Mudah sekali kadang aku melontarkan kata itu (ikhlas!) disaat pertanyaan datang dari dalam hati sendiri. Mungkin itu sebagai bentuk perlawanan raga terhadap tuntutan batinku untuk menjawabnya ketika setiap masalah pelik yang datang. Karena bagi aku, kau atau kita kadang mengucapakan 'ikhlas' namun dalam hati sendiri meragukannya dan menjawab 'yakin neh ikhlas?'. Ah hatiku, kenapa engkau tak sejalan dengan mulut ini. Ataukah sebenarnya mulut ini yang tak sejalan dengan bisikan dari hati terdalam?

Imam Al-Ghazali, dalam kajian tasawufnya mengklasifikasikan orang yang beramal di dunia ini ke dalam beberapa kriteria. Pertama, beramal karena takut masuk neraka. Kedua, beramal karena mengharapkan surga. Ketiga, beramal karena didorong oleh rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan mengharapkan keridhaan-Nya. Al-Ghazali mengatakan, bahwa amal jenis ketiga inilah yang paling sempurna keikhlasannya.

Suatu ketika, Rabi'ah al-'Adawiyah, seorang sufi besar di jamannya mengatakan bahwa beliau mau membakar surga. Surga dianggap telah mengaburkan tujuan manusia melakukan amal kebajikan sehingga tidak lagi karena Allah melainkan lantaran mengharapkan imbalan surga. Padahal, manusia diperintahkan beramal karena Allah (lillahi ta'ala), bukan karena surga. Di lain waktu beliau juga berkata hendak menyiram api neraka. Menurutnya, nereka telah mengaburkan alasan manusia menjauhi perbuatan maksiat, yaitu bukan karena takut kepada Allah, tetapi karena takut dengan api neraka.

Keikhlasan memang tidak bisa begitu saja kita peroleh, ia datang dalam diri kita melalui pelatihan secara terus menerus. Semoga kita selalu diberi kesempatan oleh Allah untuk selalu belajar menjadi hambaNya yang ikhlas. Ikhlas yang semata-mata hanya karena mengharapkan ridloNya. 

Read More...

Wednesday, June 24, 2009

JANJI PERUBAHAN

"...dan penuhilah janji. Sesungguhnya, Janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya.." (QS:Al-Isra : 34)

Beberapa hari kedepan, tepatnya pada tanggal 8 Juli 2009, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan Hajat Besar, pesta Demokrasi dalam rangka pemilihan Presiden dan wakil presiden secara langsung. 

Pesta demokrasi serupa pernah Indonesia selenggarakan juga pada tahun 2004 (untuk periode pemerintahan 2004 - 2009). Konon pesta demokrasi tersebut merupakan yang ter-demokrasi (kalo boleh pakai istilah ini) dari pesta serupa yang pernah di selenggarakan di negara-negara maju yang sudah menganut demokrasi sejak lama.

Sebelum even demokrasi tersebut berlangsung kelak, beberapa hari yang lalu, berkumpullah semua kandidat peserta pemilu yang terdiri dari 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden, untuk membahas rencana kedepan menjelang hari pelaksanaan pemilu. Langkah pertama yang sudah para kandidat sepakati adalah bahwa mereka dan segenap elemen pendukungnya akan melaksanakan Kampanye Damai (pemilu damai juga ga ya..?). Janji damai ini mereka ikrarkan didepan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam urusan Pemilu ini, dan disaksikan segenap elemen masyarakat yang hadir saat itu. Semoga janji dan kesepakatan dari 3 pasang kandidat ini merupakan awal yang indah menuju pesta demokrasi yang akan dilaksanakan nanti.

Kita semua bangsa Indonesia berharap, bahwa segala upaya yang sedang kita lakukan kini, kelak akan bisa merubah keadaan menuju lebih baik. Merubah keterpurukan ekonomi bangsa menuju kemakmuran bangsa, merubah lemahnya mental bangsa menuju kekuatan mental yang baru. Karena sungguh, andai bukan karena usaha dari segenap bangsa Indonesia untuk menuju atau menjadi yang terbaik, maka niscaya perubahan yang kita harapkan itu hanya merupakan mimpi panjang yang tak pernah tersadarkan. Sebagaimana janji Allah dalam petikan salah satu ayatnya "...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QA: Ar-Ra'd : 11).

Kita akan tunggu realisasi dari janji-janji para kandidat jika mereka terpilih nanti. Karena sudah tentu Allah akan menepati janjiNya itu. Semoga...

Tegal
Lanie, 25 Juni 2009

Read More...