Thursday, June 25, 2009

IKHLAS KAH KITA ?


Ikhlas kah aku?, Ya, kata itu yang selalu muncul dalam diriku ketika setiap ujian (Teguran, ujian ataukah hukuman) dari Tuhan menghampiri kehidupanku. Mudah sekali kadang aku melontarkan kata itu (ikhlas!) disaat pertanyaan datang dari dalam hati sendiri. Mungkin itu sebagai bentuk perlawanan raga terhadap tuntutan batinku untuk menjawabnya ketika setiap masalah pelik yang datang. Karena bagi aku, kau atau kita kadang mengucapakan 'ikhlas' namun dalam hati sendiri meragukannya dan menjawab 'yakin neh ikhlas?'. Ah hatiku, kenapa engkau tak sejalan dengan mulut ini. Ataukah sebenarnya mulut ini yang tak sejalan dengan bisikan dari hati terdalam?

Imam Al-Ghazali, dalam kajian tasawufnya mengklasifikasikan orang yang beramal di dunia ini ke dalam beberapa kriteria. Pertama, beramal karena takut masuk neraka. Kedua, beramal karena mengharapkan surga. Ketiga, beramal karena didorong oleh rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan mengharapkan keridhaan-Nya. Al-Ghazali mengatakan, bahwa amal jenis ketiga inilah yang paling sempurna keikhlasannya.

Suatu ketika, Rabi'ah al-'Adawiyah, seorang sufi besar di jamannya mengatakan bahwa beliau mau membakar surga. Surga dianggap telah mengaburkan tujuan manusia melakukan amal kebajikan sehingga tidak lagi karena Allah melainkan lantaran mengharapkan imbalan surga. Padahal, manusia diperintahkan beramal karena Allah (lillahi ta'ala), bukan karena surga. Di lain waktu beliau juga berkata hendak menyiram api neraka. Menurutnya, nereka telah mengaburkan alasan manusia menjauhi perbuatan maksiat, yaitu bukan karena takut kepada Allah, tetapi karena takut dengan api neraka.

Keikhlasan memang tidak bisa begitu saja kita peroleh, ia datang dalam diri kita melalui pelatihan secara terus menerus. Semoga kita selalu diberi kesempatan oleh Allah untuk selalu belajar menjadi hambaNya yang ikhlas. Ikhlas yang semata-mata hanya karena mengharapkan ridloNya. 

1 comment: