Thursday, June 25, 2009

Kandungan Gizi Pada ASI

Pemberian ASI pada bayi tentulah sangat besar manfaatnya. Banyak sekali manfaat dari ASI yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya adalah aspek gizi. Kalau dilihat dari aspek gizi, ada empat manfaat Kolostrum pada ASI yang penting diketahui para ibu dan sangat berguna bagi bayi.

Pertama, Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. Kedua, jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
Ketiga, Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran bayi. Keempat, membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Selain itu, para ibu juga harus mengetahui tiga hal pada komposisi ASI. Pertama, ASI itu mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut. Kedua, ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
Ketiga, selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi, ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.
Tak hanya itu, para ibu juga penting mengetahui komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI. Pertama, Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.

Kedua, Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk atau disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 atau asam linoleat. 

Makanan yang Pengaruhi ASI

Aroma dan bumbu yang anda makan akan ditransfer ke dalam ASI. Bayi biasanya menikmati aroma ini dan mungkin akan menyusu lebih lama. Beberapa bayi akan mengisap lebih lama ketika aroma baru dikenalkan. Hal ini membantu mengenalkan aroma makanan keluarga pada bayi.
Warna beberapa makanan dikirim ke ASI. Sebagai contoh, asupan tinggi wortek akan membuat ASI menjadi berwarna agak oranye, ubi jalar merak mungkin membuat ASI berwarna merah muda dan bayam atau sayuran berdaun gelap yang lain memberi warna ASI menjadi hijau.
Jika bayi anda menjadi rewel setelah menyusui sebaiknya ingat kembali apa yang sudah anda makan 4 hingga 6 jam sebelumnya. Bila masih rewel juga dalam waktu yang lama maka anda patut curiga dengan makanan yang anda makan mungkin memberikan gas sehingga bayi menjadi sensitif terhadap makanan tersebut.
Umumnya kol, kacang-kacangan, brokoli yang dapat menghasilkan gas. Anda dapat mengeliminasi makanan tersebut dengan memakannya seminggu sekali atau dua minggu sekali. Kalau gejalanya muncul kembali setelah makan makanan tersebut maka cukup memakannya 2 bulan - 3 bulan sekali.
Bagi anda yang menderita alergi maka harus menghindari kacang-kacangan atau makanan beresiko tinggi menyebabkan alergi seperti susu sapi, gandum, telur, ikan, kacang selama kehamilan dan menyusui. Sayuran seperti buncis, jagung, kacang, bayam duri, kacang panjang, dan daun katuk memberi manfaat untuk membantu memperbanyak ASI.
Perbanyak makan sayuran seperti daun katuk dicampur jagung yang diiris dan dimasak bening. Akar jombang (Taraxacum officinale Weber et Winggers) juga bisa memperbanyak ASI. Caranya: cuci 30 gram akar jombangs egar, lalu potong-potong kecil. Rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin saring dan minum sehari 2 kali, masing-masing setengah bagian. Selamat mencoba.

Penurun panas, batuk, dan pilek

Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.
Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.


No comments:

Post a Comment